Psikoterapi adalah usaha penyembuhan
untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi
(Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya
jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan,
pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan
istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran. Psikoterapi
didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir,
proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah
dengan pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi antara lain:
- Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
- Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
- Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
- Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
- Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
- Mengembangkan potensi klien.
- Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
- Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
- Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
- Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
- Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
- Membantu penyembuhan penyakit fisik.
- Meningkatkan kesadaran diri.
- Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
- Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.
Masserman (1984) melaporkan delapan
parameter pengaruh dasar yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis
psikoterapi, yaitu :
1. Peran
sosial (martabat)
2. Hubungan
(persekutuan tarapeutik)
3. Hak
4. Retrospeksi
5. Reduksi
6. Rehabilitasi,
memperbaiki gangguan perilaku berat
7. Resosialisasi
8. Rekapitulasi
Konseling dan psikoterapis dapat dipandang berbeda lingkup pengertian antara
keduanya. Istilah “psikoterapi” mengandung arti ganda pada satu sisi, ia
menunjuk sesuatu yang jelas, yaitu suatu rentangan wawasan luas tempat hipnotis
pada satu titik dan konseling pada titik lainnya. Dengan demikian, konseling
merupakan salah satu bentuk psikoterapi. Konseling lebih berfokus pada
konseren, ikhwal, masalah, pengembangan, pendidikan, pencegahan. Sedangkan
psikoterapi lebih memfokuskan pada konseren atau masalah penyembuhan,
penyesuaian, pengobatan. Konseling pada umumnya menangani orang normal.
Sedangkan psikoterapi terutama menangani orang yang mengalami gangguan
psikologis. Konseling lebih terstruktur dan terarah pada tujuan yang terbatas
dan konkret. Sedangkan psikoterapi sengaja dibuat lebih ambigu dan memiliki
tujuan yang berubah-ubah serta berkembang terus.
Psikoterapi
melakukan berbagai pendekatan terhadap Mental Illness
a.
Terapi Psikoanalisis (Psikodinamika)
Membuat sesuatu yang tidak sadar
menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien menghidupkan kembali pengalaman
yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik yang ditekan melalui pemahaman
intelektual. Tujuannya agar klien menyadari apa yang sebelumnya tidak
disadarinya.
b. Terapi
Behavioral
Manusia bertindak secara otomatis karena
membentuk asosiasi (hubungan sebab-akibat atau aksi-reaksi). Dalam hal ini
berkaitan dengan classical conditioning yang menggunakan
anjing sebagai percobaannya, ketika anjing menekan bel muncul makanan dan air
liur. Selain itu juga operant conditioning yang menggunakan
tikus sebagai percobaannya.
c.
Terapi Humanistik
Sebuah pendekatan umum terhadap
perilaku manusia yang menekankan pada keunikan, keberhargaan, dan nilai tujuan
pribadi. Terapi humanistik adalah terapi yang dimaksudkan untuk menangani
manusia secara menyeluruh.
d. Terapi
Kognitif
Terapi ini lebih fokus pada
memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku. Tujuan terapi ini
adalah mengubah pola piker dengan cara meningkatkan kesadaran dan berpikir
rasional.
e.
Terapi Integratif/Holistik
Memilih dari berbagai teknik terapi
yang paling tepat untuk klien tertentu, ketimbang mengikuti dengan kaku satu
teknik tunggal. Terapi ini merupakan suatu psikoterapi gabungan yang bertujuan
untuk menyembuhkan mental seseorang secara keseluruhan.
Adapun
bentuk-bentuk utama dari terapi adalah
sebagai berikut :
a.
Teknik Terapi Psikoanalisa
Terapi ini menekankan fungsi
pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif
dari id.
b. Teknik
Terapi Perilaku
Terapi yang menggunakan prinsip
belajar untuk memodifikasi perilaku individu. Antara lain flooding, penguatan
sistematis, pemodelan, dan regulasi diri yang melibatkan pemantauan dan
pengamatan perilaku diri sendiri.
c.
Teknik Terapi Kognitif
Prinsip utama dari terapi ini adalah
fokus pada kemampuan pasien untuk mengembangkan cara berpikir melalui cognitive
style. Tujuannya adalah mengajarkan pada pasien bagaimana menerapkan pola
pikir dan perilaku yang tepat, sehingga dapat membantu mereka membuang
pemikiran yang menyimpang atau maladaptif.
d. Teknik
Terapi Humanistik
Membantu individu menyadari diri
yang sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis yang
minimal (client-centered therapy). Terapi tersebut percaya bahwa
karakteristik terapi yang penting untuk kemajuan dan eksplorasi diri klien
yaitu empati, kehangatan, dan ketulusan.
e.
Teknik Terapi Integratif/Elektik
Memilih dari berbagai teknik terapi
yang paling tepat untuk klien tertentu, ketimbang mengikuti dengan kaku satu
teknik tunggal. Selain itu terapi ini merupakan suatu psikoterapi gabungan yang
bertujuan untuk menyembuhkan mental seseorang secara keseluruhan.
f.
Teknik Terapi Kelompok dan Keluarga
Terapi yang memberikan kesempatan
bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang
lain yang memiliki masalah serupa. Sedangkan terapi keluarga adalah terapi
khusus yang membantu pasangan suami-istri atau hubungan orangtua-anak untuk
menangani masalahnya.
Sumber
Prof. DR.
Singgih D. Gunarsa. 1996. Konseling dan
Psikoterapi. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.
Mappiane,
Andi. 1996. Pengantar konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada.
Maulany,
R.F. 1997. Bukuk Saku Psikiatri: Residen Bagian Psikiatri UCLA. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-psikoterapi-,6
Prof. DR. H.
Muhammad Surya. 2003. Buku Psikologi Konseling. Bandung: Pustaka Bani
Quraisy.
Ardani, dkk. 2007. Psikologi klinis dan kesehatan. Jakarta:
Universitas Mercu Buana.