Kamis, 19 Desember 2013

TUGAS 3 : PSIKOLOGI MANAJEMEN

A. Mengendalikan Fungsi Manajemen

1. Pengertian Controlling

            Pengawasan, Pengendalian atau Controlling adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapai tujuan yang sudah digariskan semula. Dalam melaksanakan kegiatan controlling, atasan mengadakan pemeriksaan, mencocokan, serta mengusahakan agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta tujuan yang dicapai.

2. Langkah dalam mengendalikan fungsi manajemen

Secara umum, pengendalian dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :
            1. Penetapan standar dan metode pengukuran kinerja
            2. Mengukur kegiatan
            3. Membandingkan hasil pengendalian dengan hasil kegiatan
            4. Melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi

3. Tipe kontrol manajemen

Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1. Pengendalian preventif (prefentive control). Dalam tahap ini pengendalian manajemen  terkait dengan perumusan strategic dan perencanaan strategic yang dijabarkan dalam bentuk  program-program.

2. Pengendalian operasional (Operational control). Dalam tahap ini pengendalian manajemen  terkait dengan pengawasan pelaksanaan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran. Anggaran digunakan untuk menghubungkan perencanaan dengan pengendalian.

3. Pengendalian kinerja. Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berdasarkan tolok ukur kinerja yang telah ditetapkan.

4. Proses kontrol manajemen

  • Kontrol manajemen adalah kegiatan yang digunakan  oleh seluruh manajemen untuk menjamin bahwa anggota organisasi bawahan yang disupervisi  akan mengimplementasikan strategi yang ditetapkan
  • Tiga aktivitas yang memerlukan perencanaan dan pengendalian:
            –        Strategy Formulation
            –        Management Control
            –        Task Control
  • Pengendalian manajemen adalah suatu proses yang digunakan untuk mempengaruhi para anggota organisasi agar menerapkan strategi organisasi. Pengendalian manajemen merupakan:
            –        Aktivitas Pengendalian Manajemen
            –        Keselarasan Tujuan
            –        Salah satu alat implementasi Strategi, selain struktur organisasi, manajemen SDM, Budaya
            –        Menekankan aspek Keuangan dan Nonkeuangan
            –        Membantu Mengembangkan Strategi Baru


            Aktivitas pengendalian manajemen terdiri dari:
1.  Perencanaan
2.  Koordinasi
3.  Komunikasi
4.  Evaluasi
5.  Pengambilan Keputusan
6.  Mempengaruhi orang untuk mengubah perilakunya

B. Kekuasaan dan Pengaruh
            Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi.
Adapun sumber – sumber dari kekuasaan yaitu :
            1.      Sumber kekuasaan antar individu (interpersonal sources of power).
                *  Kekuasaan Formal (Formal Power) adalah kekuasaan yang didasarkan pada posisi individual dalam suatu organisasi.
                 *  Kekuasaan Personal (Personal Power) adalah kekuasaan yang berasal dari karakteristik unik yang dimiliki seorang individu.
            2.      Sumber kekuasaan struktural (structural sources of power). Kekuasaan ini juga                               dikenal dengan istilah inter-group atau inter-departmental power yang merupa-kan                            sumber kekuasaan kelompok.
    
U nsur – unsur dari kekuasaan adalah sebagai berikut :
1. Wewenang
     Mengenai peranan atas posisi yang resmi atau adanya hak, ada kejelasan dan ada surat yang pasti.wewenang dapat bersifat formal maupun informal. Wewenang yang bersifat informal biasanya untuk mendapatkan kerjasama yang baik dengan bawahannya.

2. Paksaan
     Adanya ancaman yang tidak di inginkan kekuasaan yang bersifat ilegal atau tidak resmi.

3. Manipulatif
     Merupakan kekuasaan yang bersifat licik yang dapat menipu atau mempengaruhi orang lain agar seseorang dapat tertarik padanya. sebuah titik dimana kita berusaha
“melebihkan” atau “mengurangkan” sesuatu, sehingga tidak tampak seperti keadaan nyatanya.

4. Kerjasama
     Kerjasama adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara individu atau kelompok untuk
Mencapai suatu tujuan.

5. Upah dan prestasi kerja
     Prestasi kerja dari setiap karyawan perlu dinilai. Oleh karena itu Penilaian prestasi kerja adalah proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja.

Menurut French dan Raven, ada lima tipe kekuasaan, yaitu :
  • Reward power
            Tipe kekuasaan ini memusatkan perhatian pada kemampuan untuk memberi ganjaran atau imbalan atas pekerjaan atau tugas yang dilakukan orang lain. Kekuasaan ini akan terwujud melalui suatu kejadian atau situasi yang memungkinkan orang lain menemukan kepuasan. Dalam deskripsi konkrit adalah ‘jika anda dapat menjamin atau memberi kepastian gaji atau jabatan saya meningkat, anda dapat menggunkan reward power anda kepada saya. Pernyataan ini mengandung makna, bahwa seseorang dapat melalukan reward power karena ia mampu memberi kepuasan kepada orang lain.
  • Coercive power
            Kekuasaan yang bertipe paksaan ini, lebih memusatkan pandangan kemampuan untuk memberi hukuman kepada orang lain. Tipe koersif ini berlaku jika bawahan merasakan bahwa atasannya yang mempunyai ‘lisensi’ untuk menghukum dengan tugas-tugas yang sulit, mencaci maki sampai kekuasaannya memotong gaji karyawan. Menurut David Lawless, jika tipe kekuasaan yang poersif ini terlalu banyak digunakan akan membawa kemungkinan bawahan melakukan tindakan balas dendam atas perlakuan atau hukuman yang dirasakannya tidak adil, bahkan sangat mungkin bawahan atau karyawan akan meninggalkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Referent power
            Tipe kekuasaan ini didasarkan pada satu hubungan ‘kesukaan’ atau liking, dalam arti ketika seseorang mengidentifikasi orang lain yang mempunyai kualitas atau persyaratan seperti yang diinginkannya. Dalam uraian yang lebih konkrit, seorang pimpinan akan mempunyai referensi terhadap para bawahannya yang mampu melaksanakan pekerjaan dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan atasannya.
  • Expert power
            Kekuasaan yang berdasar pada keahlian ini, memfokuskan diri pada suatu keyakinan bahwa seseorang yang mempunyai kekuasaan, pastilah ia memiliki pengetahuan, keahlian dan informasi yang lebih banyak dalam suatu persoalan. Seorang atasan akan dianggap memiliki expert power tentang pemecahan suatu persoalan tertentu, kalau bawahannya selalu berkonsultasi dengan pimpinan tersebut dan menerima jalan pemecahan yang diberikan pimpinan. Inilah indikasi dari munculnya expert power.
  • Legitimate power
            Kekuasaan yang sah adalah kekuasaan yang sebenarnya (actual power), ketika seseorang melalui suatu persetujuan dan kesepakatan diberi hak untuk mengatur dan menentukan perilaku orang lain dalam suatu organisasi. Tipe kekuasaan ini bersandar pada struktur social suatu organisasi, dan terutama pada nilai-nilai cultural. Dalam contoh yang nyata, jika seseorang dianggap lebih tua, memiliki senioritas dalam organisasi, maka orang lain setuju untuk mengizinkan orang tersebut melaksanakan kekuasaan yang sudah dilegitimasi tersebut.






Sumber :
http://fastkaya.blogspot.com/2010/12/pengertian-controlling-pada-manajemen.htmlcxcv
http://lina-embun.blogspot.com/2011/12/fungsi-pengendalian-dalam-manajemen.html
http://desthi-m.blogspot.com/2010/01/tipe-pengendalian-manajemen.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan
http://putryajja.blogspot.com/2009/10/unsur-unsur-kekuasaan.html
http://nonvivit.blogspot.com/2013/10/definisi-kekuasaan-sumber-kekuasaan-dan.html
http://sukses-since.blogspot.com/2010/05/pengertian-kekuasaan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar